Jumat, 27 April 2018 | 08:57
Untitled-6 copy

Pelayanan Parkir 24 Jam

IBARAT unit gawat darurat (UGD) RSUD WZ Johanes yang tak pernah “tidur” dalam memberikan pelayanan kepada pasien, demikian pula pelayanan parkir di area parkir RSUD WZ Johanes. Sepanjang hari, 24 jam geliat parkir di area tersebut tak pernah tidur.

 
Senin (20/4) dini hari kemarin, tampak berbagai unit kendaraan roda dua berbagai tipe dan merk keluar masuk area parkir RSUD Johannes. Petugas parkir tak henti-hentinya mengatur keluar masuk kendaraan dan menata parkir kendaraan agar tidak menghalangi keluar dan masuknya kendaraan.

 
Yoko Fahik (32), pria asal Belu ini pun setiap malam bersama empat rekannya menjaga parkir dan mengatur kendaraan di area tersebut sampai pagi.  Fahik mengakui, mereka bekerja menjaga parkir dengan sistem shif. Ada empat kelompok, yakni dua kelompok siang, dan dua kelompok malam.

 

Dari dua kelompok malam itu, diatur jadwal penjagaannya. Setiap jadwal menjaga parkir, ia masuk dari pukul 16.00 Wita, dan menjaga parkir hingga pukul 07.00 Wita saat shif pagi masuk menggantikan mereka.

 
Bertugas menjaga parkir memiliki cerita suka dan duka tersendiri. Terkadang, ada pengunjung yang tak mau membayar parkir. Namun, itu dipahaminya karena mungkin mereka lagi tegang dengan keluarga mereka yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

 
“Kadang pengunjung bayar, kadang juga tidak, kita juga mengerti karena mereka juga datang kunjung orang sakit dan mereka juga susah. Jadi kami juga mengerti, dan harap mereka juga mengerti karena kami sudah atur kendaraan,” tuturnya.

 
Namun, kejadian paling tak mengenakkan jika ada sepeda motor pengunjung yang hilang. Dia menceritakan, motor yang hilang kebanyakan Vixion. Suatu ketika, ada seorang pengunjung yang memarkir motor Vixion dan masuk mengunjungi keluarganya. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengaku keluarga datang dan mengambil motor. “Permisi Om be ambil motor mau pi ambil makan, nanti be balik lagi,” katanya menirukan ucapan pencuri motor tersebut.

 
Tak lama berselang, pemilik motor datang dan menanyakan motornya yang ternyata sudah dibawa lari orang yang tak dikenalnya. Fahik mengakui, jika kejadian kehilangan motor seperti itu langsung dilaporkan ke polisi dan menjadi tanggung jawab polisi. “Kami hanya tanggung jawab kalau ada kerusakan seperti spion motor di area parkir,” kata Fahik. (hiero bokilia/S-1)

Baca Juga :

Komentar Anda

avatar

wpDiscuz